Sabtu, 30 Desember 2017

PIAGAM GUMI SASAK : TAK LEKAN OLEH WAKTU


Piagam Gumi Sasak adalah pernyataan sikap yang meneliti dasar prangkat kegelisahan yang sebagian besar dirasakan oleh masyrakat Sasak tentang indentitas kebudayan Sasak. Sehingga Tokoh-tokoh Budaya Dan Tokoh Masyarakat berkumpul untuk memberikan pengarahan kepada masyarakat Sasak tentang pentingnya Piagam Gumi Sasak ini.
Tujuan dibuatnya Piagam Gumi Sasak ini mengembalikan nilai luhur pada zaman dulu sehingga kita tidak kehilangan identitas sebagai Suku Sasak. Dan Piagam Gumi Sasak adalah pemikiran bersama walaupun itu dari Mataram, pelosok sembalun, dan ujung sekotong tetaplah sebagai tujuan bersama menuju kearah yang kita cita-citakan  bersama. Kalimat dalam Piagam Gumi Sasak dipilih secara hati-hati setelah di inferetasi mengarah kearah yang kita impikan bersama. Baberapa pakar Bahasa, Pakar Hukum yang terlibat dalam pembuatan Piagam Gumi Sasak. Setelah tidak ada masalah dan disebarluarkan baru menjadi final Naskah Piagam Gumi Sasak.
 Pada tanggal 26 Desember 2015 adalah hari bersejarah bagi Suku Sasak yang dimana pada tanggal 26 Desember menjadi hari lahirnya Piagam Gumi Sasak.  Pencetus pertama dibutnya Piagam Gumi Sasak yang diusulkan oleh Drs.H.L. Agus Fathurrahman, Dr.Muhammad Fadjri, M.A., Lalu Ari Irawan, SE,M.Pd. dan masih banyak Tokoh-tokoh Budaya yang mengambil andil dalam pembuatan Piagam Gumi Sasak.
Tokoh-tokoh yang ikut dalam disuse panjang tersebut adalah Drs.H.L. Agus Faturrahman sebagai pembuat konsep awal, kemuadian Dr. Muhammad Fadjri, M.A ( Dosen Bahasa Inggris di FKIP UNRAM dan satu-satunya Doctor sejarawan yang dimiliki oleh Daerah NTB), Dr. H. Sudirman, M.Pd. ( Dosen PGSD di FKIP), Murahim S.Pd.,M.Pd, Muh. Syahrul Qodri, S.Pd., M.A. ( Dosen Bahasa Indonesia FKIP UNRAM).
            Tiga tahun sudah Piagam Gumi Sasak dan telah mengangkat aiken kebudayaan yang mulai terkenal dan mudah kita kenali yaitu Kalender Rowo Sasak  satu fungsi pradaban sebaigai  menunjukkan kami, leluhur kami itu orang yang berfikir, berilmu, dan mengadakan membuat forum-forum tentang Sejarah Kebudayaan Sasak untuk merayakan hari kesejarahan Sasak. Dan menjadikan Lombok sebagai Warisan Dunia.

Kalender Rowo Sasak



Isi Piagam Gumi Sasak
PIAGAM GUMI SASAK
BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM
Menjadi bangsa Sasak adalah amanah yang harus dipertanggung-jawabkan kepada Allah SWT dan generasi mendatang. Menunaikan amanah Sasak itu sejatinya merupakan matarantai sejarah kemanusiaan, melalui simbol-simbol yang diletakkan dalam pemikiran bangsa Sasak yang terhampar di Gumi Paer. Simbol-simbol itu merupakan tanda-tanda yang terbaca yang membawa kembali menuju jatidirinya yang sebenarnya.
Perjalanan sejarah bangsa Sasak yang diwarnai oleh hikmah yang tertuang dalam berbagai bencana yang menenggelamkan, mengaburkan, dan menistakan keluhuran budaya Sasak. Berbagai catatan penekanan, pendangkalan makna, pengaburan jatidiri, sampai pembohongan sejarah dengan berbagai kepentingan para penguasa yang masih berlangsung hingga saat ini, melalui pencitraan budaya dan sejarah Bangsa yang ditulis dengan perspektif dan kepentingan kolonialisme dan imperialisme modern. Hal itu telah membuat bangsa ini menjadi Bangsa inferior yang tak mampu tegak di antara bangsa-bangsa lain dalam rangka menegakkan amanat kefitrahannya sebagai sebuah bangsa.
Sadar akan hal tersebut, kami anak-anak bangsa Sasak mengumumkan PIAGAM GUMI SASAK sebagai berikut:
Pertama:

Berjuang bersama menggali dan menegakkan jatidiri bangsa Sasak demi kedaulatan dan kehormatan budaya Sasak.

Kedua:

Berjuang bersama memelihara, menjaga, dan mengembangkan khazanah intelektual bangsa Sasak agar terpelihara kemurnian kebenaran, kepatutan, dan keindahannya sesuai dengan roh budaya Sasak.

Ketiga:

Berjuang bersama menegakkan harkat dan martabat bangsa Sasak melalui karya-karya kebudayaan yang membawa bangsa Sasak menjadi bangsa yang maju dengan menjunjung tinggi nilai religiusitas dan tradisionalitas.

Keempat:

Berjuang bersama membangun citra sejati bangsa Sasak baru dengan kejatidirian yang kuat untuk menghadapi tantangan peradaban masa depan.

Kelima:

Berjuang bersama dalam satu tatanan masyarakat adat yang egaliter, bersatu, dan berwibawa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia

Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan serta memberkahi perjalanan bangsa Sasak menuju kemaslahatan seluruh umat manusia.

Mataram, 14 Mulut tahun Jimawal / 1437 H

26 Desember 2015

 Ditandatangani bersama kami,

1. Drs. Lalu Azhar
2. Drs. Haji Lalu Mujtahid
3. Drs. Lalu Baiq Windia M.Si
4. TGH. Ahyar Abduh
5. Drs. H. Husni Mu'adz MA., Ph. D.
6. Dr. Muhammad Fadjri, M.A.
7. Dr. H. Jamaluddin, M.Ag.
8. Dr. Lalu Abd. Khalik, M. Hum.
9. Drs. H. A. Muhit Ellepaki, M. Sc.
10.Dr. H. Sudirman M. Pd.
11.Dr. H.L., Agus Fathurrahman
12.Mundzirin, S. H.
13.L. Ari Irawan, SE., S. Pd., M. Pd.






Untuk menyaksikan pembacaan Piagam Gumi Sasak yang dibacakan oleh Dr. Muhammad Fadjri, M.A. bisa di saksikan langsung mengunjungi link dibawah ini.
https://www.youtube.com/watch?v=xbI8VheBN_U

Narasumber :Lalu Ari Irawan, SE,M.Pd.

1 komentar:

Setiahati mengatakan...

Infirmasi yang sangat bermanfaat. Semoga kita sadar bahwa kebudayaan Sasak itu sangat kaya dan harus dilestarikan.